Jangan Ada Keangkuhan di Dalam Diri

Posted by Renungan Harian Kristen Online on Minggu, 25 Oktober 2015

Jangan ada keangkuhan di dalam diri - Hal lain yang juga menjadi senjata iblis untuk mencobai Yesus adalah dengan membangkitkan "keangkuhan". Perhatikan strategi yang dilakukan iblis (Matius 4 :5-6), Yesus di bawa "ke kota suci", dan seakan belum cukup dengan itu, Yesus kemudian di "tempatkan di bubungan Bait Allah". Dengan kata lain, Yesus dibawa oleh iblis ke posisi yang palig mulia secara ukuran manusia, ke kota suci, dan ditempatkan di bubungan Bait Allah (paling tinggi), di tempat yang begitu mulia secara manusiawi, kemudian disitu lah iblis menawarkan Yesus untuk menunjukkan jati diri-Nya. Kesombongan-lah yang ingin dilihat iblis, namun itupun tidak dilakukan Yesus.

keangkuhan

Kesombongan dan keangkuhan sebenarnya sesederhana yang dilukiskan di peristiwa diatas: jika iblis berhasil membangkitkan satu semangat, baik itu secara emosional yang membabi buta, atau sekedar rasa ingin pamer atau ingin diketahui orang lain, maka itulah kesombongan. Yesus benar benar Anak Allah, diakui atau tidak oleh iblis, Dia adalah Tuhan, dan Yesus memilih untuk tidak mempertontonkan ke Illahi-an Nya sekalipun Dia bisa. Yesus lebih memilih untuk taat kepada Firman Allah daripada mempertontonkan siapa diri-Nya hanya sekedar untuk mendapatkan pengakuan dari yg lain.

Kemuliaan dan kehormatan adalah sesuatu yang menjadi milik Tuhan sendiri, bukan milik kita. Iblis akan berusaha membuat kita tergoda untuk mencicipi Kemuliaan dan kehormatan tersebut. Jika kita berhasil didorong ke arah itu, maka jerat iblis sudah mengikat seluruh kita dan kita tidak akan pernah puas dengan kemuliaan dan kehormatan tersebut, kita akan semakin haus dan terus ingin lebih lagi. Memang kehormatan adalah hal yang sangat menggiurkan, semua manusia pada dasarnya senang disanjung dan dihormati, tapi kalau itu bukan Tuhan yang buat atau berikan, berarti itu timbul dari kesombongan kita.

Terlalu banyak posisi yang begitu mulia dan tinggi, baik didalam gereja Tuhan maupun di dunia sekuler,yang telah membuat orang tersebut terjungkal oleh batu kesombongan. Mereka ingin, bahkan tidak sedikit yang terobsesi untuk menunjukkan "siapa dirinya" supaya mendapatkan penghargaan dari manusia. Ketika kita melayani, apakah untuk Tuhan atau untuk dilihat orang? Adakah hormat yang kita terima itu karena Tuhan yang beri atau kita yang cari-cari dan buat dengan segala macam cara sebab kita senang dihormati?

Jangan ada keangkuhan di dalam diri
Yesus sekalipun Dia benar benar Anak Allah, telah memilih untuk tidak melakukan "demonstrasi posisi dan jati diri-nya". Yesus hanya bergerak sesuai kehendak dan tutunan Roh Kudus. Kemuliaan yang Yesus terima, semua karena Bapa sendiri yang telah lakukan dan berikan kepada-Nya, bukan karena Dia buat buat demi untuk memuaskan ego-Nya atau demi untuk mendapatkan pengakuan dari orang sekitar-Nya. Dia sama sekali tidak tergoda untuk melakukan "pertunjukan" bagi diri-Nya sendiri. Ketaatan Yesus lah yang mematahkan keangkuhan yang iblis mau bangkitkan, ketaatan mengalahkan keangkuhan!                 


Have a blessed day, GBU!                                                                                  

Blog, Updated at: 21.28

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.